Posted by: Dona on: Januari 15, 2010
Ada rasa haru tiba-tiba menyeruak dalam sanubariku
Rasa itu tak tertahankan, dadaku bergemuruh, sesak, ada sesuatu yang menghentak-hentak di dalamnya.
Pagi ini, seorang sahabat di kantor memberikan sesuatu yang tak terduga, awalnya aku merasa biasa-biasa saja, sebab bingkisan itu diberikan bukan hanya untuk aku, tapi untuk kami berempat (satu tim di hrd ini). Yang membuat aku surprise adalah ketika beberapa saat kemudian dia memberitahuku via telp bahwa sebenarnya itu titipan dari mamanya khusus untukku, namun biar adil temanku membawa bingkisan itu untuk kami semua.
Sungguh tak menentu perasaanku begitu mendengar penuturannya, aku haru…aku benar-benar haru dan tak sanggup berkata-kata. Betapa inginnya aku menumpahkan tangis haruku, dalam pelukan sang Mama temanku itu, aku ingin berkata “terimakasih Mama, terimakasih…….”
Moral of story : berartinya suatu pemberian itu bukan dinilai dari segi berapa harganya namun seberapa tuluskah kamu memberi, walau tanpa alasan.
Jangan lihat nilainya tapi lihatlah harganya, hehe
waaah…kebalik dunk pak..
apa tu bu’????????????
pertanyaannya adalah: “mengapa sang mama memberi dona bunga itu?”
Anda benar. Pemberian itu tidak dapat diukur hanya dari segi materi.
makasiiih….
yuph…setuju mbak..he..he, moga-moga dimudahkan rejekinya ya…
kapan-kapan kasih kejutan dong ke Oyen..he..he
salam kenal dari mbak Oyen
Amiiin… salam kenal Mba Oyen..
mudah2an hari-hari Mba Oyen juga dipenuhi oleh kejutan yang menyenangkan.
Buk, maa nyo tulisan yang baru?
Januari 16, 2010 pada 6:23 pm
Good Point…
Januari 19, 2010 pada 12:08 pm
Thanks pak Zul…