Posted by: Dona on: Desember 7, 2009
Antah sia nan mamulai, antah sia pulo nan manyatujui, alah lakek sajo gala ka urang baduo tu, nan laki-laki bagala Si Udin Lenggang, nan padusi alah barubah namo manjadi Tek Roih. Iko bukan hanyo sakadar carito ambuih-ambuih atau carito odong-odong, iko bukan carito biaso, dunsanak buliah picayo, buliah pulo indak, ambo indak bamukasuik mamaso sanak kasadonyo untuak picayo, tapi iko lah nan sabana tajadi kini ko, sajak zaman bagolak sampai kini mungkin iko nan partamo, Udin Lenggang jo Tek Roih maukia sejarah. Itu sababnyo ambo buek “Bukan Bintang Biasa”, sabab urang baduo tu nan manjadi bintang dalam carito amboko.
Salain duo bintang di ateh, ado tokoh-tokoh nan indak kalah penting ambo perkenalkan untuak pamanih carito nangko. Mereka adolah Tek Nun, Tek Piak jo Tek Mi. Tigo bidadari rancak balain dusun, nan jaleh urang batigoko bukan tigo sarangkai, tapi masiang-masiang elok budinyo, manih tutua katonyo sampai kini masih berstatus bungo kampuang. Hehehehe.. jujur….promosi ko haa (ma tau eh, kok kalai nak bujang gagah, elok jo alim nan mambaco carito iko
).
Sabalun ambo bacarito labiah panjang, eloklah sanak badiam sabanta, hiruik nafas dalam-dalam, tanangkan pikiran, duduak baselo di muko komputer buliah juo, labiah rancak kalau dikawanan dek goreng kapelo jo kopi manih. Ndeeh..yo sabana sero. Kalau sanak alah maraso nyaman, kinilah masonyo ambo mamulai carito, ambo akan perkenalkan duo bintang ambo ko ka dunsanak sadonyo. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Dona on: November 20, 2009
Bahagianya kanak-kanak itu, bermain, berlari kesana kemari tiada merasa letih. Sumringah wajah mereka penuh canda tawa, mata yang berbinar bak mutiara diterpa sinar matahari, kilatannya menyentil hati, mengundang mata ntuk tak berkedip mengamati, mengundang bibir ntuk tak lepas dari senyuman.
Penggalan episode itu muncul lagi.. Terlihat beberapa bocah tengah berlarian di halaman nan lumayan luas itu. Sebuah halaman rumah kayu yang sudah mulai reot dan siap rubuh kapan saja, orang minang bilang itu “rumah gadang”. Disamping rumah itu tumbuh pohon kelapa, daunnya melambai sampai ke atap rumah, gesekannya menimbulkan irama khas teratur, menjadi bagian dari kehidupan penghuninya. Seorang bocah lelaki sedang menghadap ke dinding rumah, kedua telapak tangannya menutup matanya, mulutnya komat-kamit berhitung satu sampai dengan dua puluh. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Dona on: November 4, 2009
Sahabat…aku sedang sedih, sedih yang berkepanjangan, kurasakan diriku kini sangat memprihatinkan. Aku tak berdaya, pasrah satu-satunya yang bisa kulakukan. Tiada tempat aku mengadu selain kepada Tuhan, telah kutumpahkan segala rasa pedihku pada Nya. Telah aku pasrahkan takdirku padaNya, aku berserahdiri percaya pada kuasaNya. Hingga jiwakupun mulai sedikit tenang. Ku ikhlaskan segala kezhaliman yang terjadi pada diriku.
Sahabat…kali ini ingin kusampaikan padamu apa yang membuat aku menjadi sedih dan memprihatinkan seperti ini. Aku harap ada hikmah yang bisa engkau ambil dari ceritaku dan jika engkau berkenan membantu..tolong selamatkan aku. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Dona on: Oktober 16, 2009
Manusia memang egois..!!! Dan aku sendiri adalah seorang manusia, mengakuinya tanpa sangkalan sedikitpun. Begitu egoisnya sehingga selalu berkeluh kesah, meminta dan berharap yang lebih, dia tiada pernah merasa puas, tiada pernah merasa cukup. Mudahnya sebagian manusia menjadi sombong setelah merasa bahwa dirinya seorang yang mampu. Syukurlah, Allah maha pengasih dan penyayang, Dia maha pemurah dan maha pemaaf, Dia maha lembut dan maha mulia. Betapa mesranya Ia menatap manusia.
Segalanya telah Allah berikan pada manusia, alam semesta beserta isinya, Dia yang mengatur agar benda-benda langit selalu berada pada orbitnya, Dia ciptakan siang dan malam, matahari yang bersinar terang dan rembulan yang bersinar lembut. Dia yang menciptakan udara agar selalu tersedia tanpa habisnya, Dia alirkan air di sungai-sungai, Dia ciptakan gunung-gunung dan lautan, Dia tumbuhkan pepohonan, buah-buahan dan bebungaan. Subhaanallaah… Dia karuniakan penglihatan, pendengaran, penciuman, akal dan kehendak pada manusia, Dia juga yang menganugerahkan beraneka rasa pada manusia, rasa senang dan bahagia, rasa kasih sayang, rasa rindu dan cinta, marah, cemburu, sakit, bangga dan sebagainya. Dia buat manusia bisa berjalan di muka bumi, berbuat apa yang dia inginkan. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Dona on: Oktober 3, 2009
Apa hendak dikata, hanya istighfar terlontar dan pekik takbir mengagungkan kebesaran Ilahi saat gempa berkekuatan 7,6 SR itu mengguncang ranah minang tercinta Rabu, 30 September 2009 pukul 17:16 Wib. Innaalillaahi Wa Innaa Ilaihi Raajiuun, Padang dan Pariaman dan sekitarnya porak-poranda. Kembali Allah memperlihatkan kekuasaanNya yang tiadatara. Apakah ini teguran? ataukah ini hukuman? atau hanya ujian dari-Mu yaa Rabb.. Ampuni kami yang tak bersyukur ya Allah, ampuni kami yang lalai ya Allah, ampuni kami yang engkar, yang lupa akan kebesaranMu, yang tenggelam dalam dosa, yang sibuk dengan keduniawian. Sekejap saja Engkau renggut tawa dan canda, kemewahan, kemegahan dan keindahan. Lantas Engkau ganti dengan duka lara, kehancuran dan kesakitan.
Ini hari ke-3 pasca gempa, Baca entri selengkapnya »
Posted by: Dona on: September 17, 2009
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Ga terasa udah satu bulan full aku ga nulis di blog ini, kangen pingin curhat nih, satu bulan ini sungguh luar biasa hal-hal baru yang aku dapatkan. That’s why, I got a hard speechless to describe it. Aku kesulitan menjelaskan dengan kata-kata, hanya Allah yang tau apa yang aku rasakan kini. Berjuta kata takkan cukup untuk mengungkapkan syukurku padaNya atas nikmat Ramadhan kali ini. Baru kutahu sesungguhnya beribadah itu indah…sangat indah. Setiap mencoba berbagi rasa ini tiba-tiba aku kehilangan kata-kata. Subhaanallaah..aku hanya bisa memujiNya, sembari dada ini bergemuruh tak menentu. Maaf karena hanya satu saja yang sanggup aku ceritakan, salah satu pengalamanku di bulan yang penuh berkah ini. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Dona on: Agustus 17, 2009
Beberapa hari ini kata-kata “Remember to The Death” selalu nempel dikepalaku, aku seakan mendapatkan clue sebagai cambuk motivasi diri yang terkadang dilanda kemalasan. Semangat yang hilang timbul dan wajah yang sering kusut menghadapi segala permasalahan yang datang tanpa diundang apalagi jika mencoba menghitung dosa yang sering tanpa sengaja bertambah begitu saja. Mencoba untuk berlapang dada dan menghadirkan senyuman disetiap saat, menjaga hati agar tidak sedikitpun celah hitam memasukinya. Namun apa daya, terkadang mataharipun tak sanggup membakar hati yang kapanpun bisa saja menjadi beku, mengeras bahkan kemudian membatu. Ya Allah, bukalah mata hati hamba selalu, lembutkanlah ia, agar hamba bisa melihat kebesaran Mu, agar hamba bisa menjaga hidayah Mu, agar hamba bisa mengabdi kepada Mu, agar hamba bisa terus bersujud kepada Mu.
Membayangkan semua itu membuat hati ini merindu akan kelembutan kasih dan kedamaian jiwa. Aku ingin melayang ringan…menari-nari di atas awan, bernyanyi riang bersama kicauan burung, tertawa bercengkrama dengan bidadari di taman yang indah. Aku sering menyendiri kini di tengah galaunya hati yang masih mencari-cari dimana damai itu berada. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Dona on: Agustus 7, 2009
Setiap teringat kejadian ini aku jadi senyum-senyum sendiri. Inilah kisah nyata saat tahun kedua aku bergabung dengan perusahaan yang menempatkan aku pada departemen HRD di Duri ini, kira-kira 2 tahun yang lalu. Ada tiga cowok dan dua cewek yang terlibat dalam kisah ini.

OSO To Taman Kupu-kupu (2006)
Cowok I (korban I) : Sebut saja namanya Jk, asal Yogyakarta, uniq dengan tampangnya yang lugu dan logat jawa yang kental, saat itu kami (OSO Grup) sepakat bahwa Jk adalah orang paling dermawan dan paling jujur se OSO-Hangtuah (cieee….jangan ge-er yah..!! itu kan dulu) dia salah satu supervisor di tim HRD.
Cowok II : Namanya Jm, kalo ketawa matanya mengecil, hobi adventure dan aktif di kegiatan pencinta alam dan Pramuka, gayanya serius tapi paling sering ngusilin orang, mantan orang finance yang satu ini bisa disebut sebagai cowok “Jenaka” (julukan itu terpaksa dikasih karena ga ada kata-kata lain yang pantas dianugerahkan ha.ha.ha) Baca entri selengkapnya »
Posted by: Dona on: Juli 24, 2009
Aku payah !!!, sungguh payah mengendalikan emosi ini, mana kesabaranku?? Ya Allah…aku beristighfar berkali-kali, kucoba mengajak bibirku untuk tersenyum, namun ternyata sulit menghadirkan senyum tulus itu padanya. :-\
Aku payah !!!, kenapa aku tak bisa menanggapi virus kebencian itu dengan kepala dingin, kenapa aku malah memilih pergi tanpa memberikan penjelasan akan pembelaanku, yah..aku hanya bisa menghela nafas panjang, berdo’a di dalam hati, berharap semua kan berlalu, segera…!!!
Susah payah aku coba memahami perasaan dia yang tengah terserang virus kebencian, tentu saja apapun tindakan orang yang dibenci akan selalu menjadi suatu kesalahan, namun hatiku tak bisa diam, sebab aku tak tahu tentang kesalahan itu karena memang cara pandang kami berbeda, apa wajar aku juga harus membenci. Tiba-tiba aku merasa sakit. Baca entri selengkapnya »
Komentar Terakhir